Berdialog dengan Waktu

Minggu, 23 Mei 2010

Wajah lelaki itu tampak tirus. Sebagian tertutup topi laken yang dikenakannya. Mengenakan jas, dia nampak bak seorang musisi hip hop atau jazz masa kini. Cecep M Taufi k, demikian nama pria itu, menjadi sampul majalah visual artist, majalahnya seniman. Namun, itu bukan majalah sungguhan.

Gambar di atas hanyalah lukisan karya Cecep yang diberi judul Potret Diri yang dibuatnya tahun ini dan menjadi salah satu dari ratusan karya yang dipajang pada Pameran Besar Seni Rupa Indonesia 2010 yang bertema Manifesto: Percakapan Masa. Selain lukisan, pameran yang digelar di Galeri Nasional, Jakarta 18- 31 Mei ini juga menampilkan karya patung, seni grafi s, gambar, video art, fotografi , dan karya instalasi.

Dikerjakan oleh lebih dari 120 orang seniman yang berasal dari 13 provinsi di Indonesia serta karya-karya terbaik koleksi Galeri Nasional Indonesia, termasuk karya sang maestro Raden Saleh dan Basuki Abdullah. Sesuai temanya, Percakapan Masa, pameran ini hendak menunjukkan berbagai representasi visual dari hasil pengalaman dialog para seniman saat kini dengan karya-karya yang telah dikerjakan seniman lain di masa sebelumnya.

Dalam kuratorialnya, Rizal A Zaelani menulis, pada cara dan kecenderungan artistik masingmasing para seniman di masa kini, mereka tak hanya menghadapi karyakarya ‘masa lalu’ tersebut sebagai penampakan sebagai ragam bentuk dan kecenderungan artistik saja, tetapi juga berbagai manifestasi intensi persoalan yang pernah dibayangkan para seniman sebelumnya. Secara teoritis pengalaman dialog semacam ini hendak menghadapi titik-titik artikulatif penting mengenai berbagai hal pada suatu masa, di masa lalu, di mana pengalaman dan identitas kita pernah digambarkan.

Seperti misalnya pada karya Hariyadi Selobinangun. Meski berjudul sama dengan karya Cecep Potret Diri, lukisan yang dibuat Hariyadi pada 1962 ini sangat sederhana. Dia hanya melukis dirinya yang sedang mengenakan jas dan juga topi beserta syal. Betul-betul seakan memindahkan potret dirinya ke dalam kanvas. Beda halnya dengan karya Cecep, yang seolah memindahkan gambarnya sebagai sampul majalah, lengkap dengan indeks-indeks judul beritanya.

Pada dua karya yang berbeda jaman ini, kita bisa melihat para seniman ini berinteraksi sambil menyisipkan atau bahkan menawarkan sikap-sikap dan persoalan-persoalan “baru” dalam proses dialog mereka dengan karya-karya yang dikerjakan para seniman pendahulunya. Contoh lain bisa dilihat pada karya Wahdi Sumianta yang berjudul Tanah Priangan.

Lukisan yang dibuat pada 1974 ini merupakan karya realis yang menggambarkan keindahan tanah priangan, dengan area persawahan menguning berlatar pegunungan. Bandingkan dengan karya Rangga Oka Dimitri yang berjudul Seribu Juta Tahun Badai. Lukisan yang dibuat secara komikal ini, hanya menggambarkan semburan lumpur ke udara, yang diberinya tulisan Wuuzz…, mirip dalam komik-komik Tintin. Meski sama bertema alam, karya yang ditampilkan Wahdi dan Oka, jauh berbeda. Pada karya Wahdi, alam digambarkan tenang.

Sebaliknya pada karya Oka, alam betul-betul sedang meluapkan amarahnya. Bagi para seniman, nilai dan kesadaran penting itu muncul dan digugah dari berbagai tanda yang nampak pada karya yang telah dikerjakan para pendahulunya. Menurut Rizal A Zaelani, bagi kita yang menemukan kesadaran “baru” di karya-karya para seniman itu, maka proses dialog krea tif yang tengah terjadi itu menjadi bekal inspirasi untuk menjelajahi pengalaman tentang perjalanan waktu secara lebih bermakna.

Karya-karya yang dikerjakan oleh para seniman ini dengan demikian bisa sebagai manifestasi kesadaran refl ektif, yang mencoba meraih kembali keyakinan secara penuh bahwa makna penting suatu masa bukan melulu sebagai penjumlahan bilangan detik, menit, jam, hari, bulan, tahun, bahkan dekade. _ adiyanto

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: