Jejak Bantal Awan Simatupang

Rabu, 16 Desember 2009 | 07:57 WIB

TEMPO Interaktif, “Saya jadi bertanya-tanya, sebetulnya saya berada di mana waktu saya tidur.” Ungkapan yang muncul dari rasa penasaran itu mengantarkan pematung Awan Simatupang pada pameran tunggalnya, “The Other Life”, di MD Art Space, City Plaza, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, 8-18 Desember 2009.

Pertanyaan itu kemudian bermuara pada 14 seri karya instalasi bantal berbahan stainless steel.

Tiap bantal mencerminkan karakter berbeda yang berangkat dari kisah hidup sang seniman.

Baginya, bantal, yang merupakan bagian integral prosesi tidur, bisa menyampaikan jejak-jejak kehidupan saat manusia terlelap. Meniliknya sebagai gerbang untuk menerobos kehidupan sesudah kematian.

Misalnya ketika ia menyaksikan mendiang ibundanya yang hanya berada di atas tempat tidur selama sembilan tahun akibat mengidap stroke, lalu berujung pada kematian. Kematian itu ia ungkap lewat karya bertajuk Tangisan. Ia menghadirkan sebuah bantal dengan lekukan seperti habis lama ditiduri. Di sekeliling sisi bantal itu terbingkai bunga-bunga yang basah oleh titik-titik air mata sang ibu.

Dalam karya lain, The Other Life, lelaki kelahiran Jakarta, 24 Oktober 1967, itu juga menghadirkan sebuah bantal polos yang diletakkan di atas sebuah peti, yang diumpamakan peti mati. Ia ingin mencatat kenangan: ketika sang ibu meninggal, bantal yang dipakainya ikut menemani jasadnya dalam peti mati.

Awan juga melontarkan pertanyaan tentang kehidupan baru setelah kematian itu. Dalam karya berjudul The Secret, pada bantal yang sisi-sisinya berukir tumbuhan rambat, di tengahnya ada gerbang berpagar mini lengkap dengan gembok yang hanya dicantel, namun tak dikunci. Karya ini menyiratkan kehidupan sesudah kematian yang masih rahasia.

Sebuah pertanyaan yang, baginya, tak berujung itu kemudian dirangkum dalam karya instalasinya yang bertajuk Sumur tanpa Dasar. Karya ini berupa sebuah bantal yang di tengahnya dilubangi jauh hingga dalam.

Menurut Jim Supangkat, karya Awan bisa berkorelasi antara tidur sang ibunda dan tidur bayi. “Bayi lebih banyak tidur ketimbang bangun, begitu juga dengan kondisi sang ibu selama sembilan tahun,” ujarnya dalam katalog pameran. Dalam karya berjudul Mula, misalnya, Jim melihat bantal itu seolah bekas tidur bayi yang gelisah. Kerutan-kerutan tak tentu yang memperlihatkan buktinya.

Hingga usia bayi kian bertambah, tidurnya semakin pulas. Itu tecermin pada bantal yang permukaan tengahnya tenggelam ke bawah, menandakan posisi tidur yang nyaman hingga tak berpindah posisi. Karya Primavera bisa jadi sebagai penanda bahwa sang bayi mulai tumbuh menjadi balita.

Sebab, bantal itu dibubuhi kuncup-kuncup bunga yang basah karena titik-titik air hujan. Karya lainnya yang terasa berbeda dengan dua deret kisah bayi dan ibunya ada pada Night Watch, Bling-bling, dan Killing the Dream. Ketiga karya ini seolah menyimpan kisah masing-masing.
Night Watch umpama bantal orang yang tak kunjung bisa tidur, dan Bling-bling berupa bantal yang di bawahnya terselip sepucuk pistol–seakan seseorang tengah berjaga dalam tidurnya. Sedangkan Killing the Dream adalah bantal yang ditusuk belati kecil, mungkin hendak membunuh mimpi-mimpi yang hadir.

Tak selamanya karya bantal Awan berkisah pahit dan pilu. IA juga menempa bantal berwarna perak itu dengan suasana damai. Karya berjudul Nyaman dan June 2 menghadirkan suasana tenang serta santai itu. Nyaman berupa empat potong bantal yang dijejer di atas sofa. Masing-masing posisinya berbeda-beda. Dan June 2 adalah sebuah bantal besar yang berukir bunga mawar.
Instalasi lain adalah 7 Night. Tujuh bantal bergantung berurutan, seolah membuat jejak mimpi dalam tujuh malam. Karya ini melengkapi kisah dan jejak bantal Awan.

AGUSLIA HIDAYAH

(diunduh dari http://www.tempointeraktif.com/hg/seni/2009/12/16/brk,20091216-214070,id.html)

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: