Mencari Eko dalam Bordir dan Resin

Berlatar seni lukis, Eko Nugroho juga membuat karya yang lain. Tak mau dibatasi media.

SEKUJUR tubuh ”pria” itu terbungkus kostum. Kepalanya ter balut helm. Kakinya tertu tup sepatu. Sendiri, ia duduk di bangku panjang dengan tangan menggenggam pedang. Itulah Me nunggu Rebusan Impian, patung berbahan resin dan bordir karya Eko Nugroho. Karya itu dipamerkan dalam In The Name of Pating Tlecek di Galeri Nadi, Jakarta, hingga pekan lalu.

Sebuah karpet berwarna dasar biru terhampar di ujung kaki patung itu. Ada gambar sesosok manusia dengan kepala mesin. Di kausnya tertera: Rejeki di Tangan Televisi—judul karya itu. Eko memang gemar bermain dengan apa yang ada sekarang. Lewat karpet itu, ia ingin menyindir: semua punya televisi dan cenderung menerima apa saja yang disajikan.

Perupa 32 tahun ini sudah bergelut di dunia seni sejak masih belia. Semasa duduk di bangku sekolah mene ngah pertama, ia sudah menggambar komik strip yang dimuat setiap Minggu di ha rian Kedaulatan Rakyat, Yogyakarta. Lulus SMP, ia mendaf tar ke sekolah menengah seni rupa dan berlanjut ke Jurusan Seni Lukis Institut Seni Indonesia—keduanya di Yogyakarta.

Semasa kuliah, Eko dan 13 temannya menggagas sebuah komunitas seni dengan nama yang lumayan ”seram”: Daging Tumbuh. Anggotanya berasal dari latar belakang seni yang berbeda: lukis, grafis, fotografi, patung, dan lainnya. Awalnya pahit. Mereka menawarkan diri ke berbagai galeri dan ditolak. Akhirnya, para seniman itu mengekspresikan diri dalam bentuk buku yang diperbanyak dengan fotokopi. Bagi Eko, terbitan ini sama saja dengan pameran—sama-sama bisa dinikmati orang.

Waktu bergulir, hingga kemudian anggota kelompok ini berkiprah di jalur seni masing-masing. Termasuk Eko, yang pada awalnya hanya setia di seni lukis. Awalnya susah menembus galeri lokal, kini ia telah merambah aneka ruang pamer di luar negeri.

Ia telah berpameran tunggal di Singapura (It’s All About Coalition di National Museum of Singapore, 2008), Kuala Lumpur, Malaysia (In Wonderland, Valentine Willie Fine Art, 2007), dan Fukuoka, Jepang (Jauh di Mata Dekat di Hati, Fukuoka Asian Art Museum, 2004). Sedangkan untuk pameran ”keroyokan”, ia sudah tampil di Cina, Australia, Amerika Serikat, dan sejumlah negara di Eropa. Karya-karyanya juga dipajang di berbagai galeri internasional.

Tahun ini, ia bersiap terbang ke Prancis untuk bergabung di Lyon Biennale 2009. Eko akan memboyong karya-karyanya yang berbentuk boneka—seperti disebutkan di awal tulisan. Ada yang berpose duduk. Ada pula empat ”orang” yang berjongkok dengan helm warna-warni. Semuanya takzim memegang bendera warna hitam yang dibordir dengan gambar, antara lain, babi dan robot. Karya yang satu ini dinamai Be Proud of Your Flag.

Ya, dalam pameran di Galeri Nadi, Eko tak melulu berekspresi dalam bentuk gambar. Memang, ia menampilkan beberapa gambar, baik di kanvas maupun mural (di dinding dan langit-langit galeri). Namun banyak juga karya Eko selain lukisan yang digelar kali ini. Misalnya karpet bordir, berbentuk bulat dan persegi. Salah satunya yang bertulisan Rejeki di Tangan Televisi itu tadi.

Ada pula seni instalasi: empat troli supermarket. Masing-masing penuh dengan barang-barang belanjaan dan—ini yang tak lazim—ada sepotong tengkorak raksasa. Berba han resin dan bordir, keempat tengko rak itu berwarna-warni. Ada yang disusun dari rangkaian bunga. Ada pula yang dicantumi lambang United Nations. Karya Eko yang satu ini diberi judul Panic.

Eko memang tak ingin memba tasi diri dalam berkarya. ”Saya enggak perlu berhenti di satu titik ketika media jadi masalah,” tuturnya.

Andari Karina Anom

(diunduh dari http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2009/08/17/SR/mbm.20090817.SR131118.id.html)

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: