Pesta Perupa Muda Bandung

Pesta Perupa Muda Bandung

Semua berangkat dari animo seniman muda Bandung yang redup.

Kurator Aminudin T.H. Siregar tercekat. Di podium Galeri Nasional Jakarta, pidatonya yang lancar tiba-tiba terbata-bata. Suaranya serak. Seorang teman menepuk bahunya. Ia lantas mundur untuk mengelap setitik air di sudut matanya.

Aminudin, yang kerap disapa dengan panggilan Ucok, terharu mengenang seorang seniman kontemporer Bandung bernama Andry Mochamad. Si seniman telah wafat sehingga tak bisa mengikuti pameran “Bandung Art Now” itu, bagian terakhir dari trilogi pameran karya perupa Bandung.

Nama almarhum Andry Mochamad diikutkan sebagai salah satu dari 26 seniman Bandung yang karyanya dipamerkan di Galeri Nasional, Jakarta. Dibuka pada Rabu malam pekan lalu, pameran ini berlangsung hingga 17 Januari.

Bagian pertama dan kedua dari trilogi eksposisi seni itu digelar beberapa tahun lalu di Langgeng Gallery, Magelang. Dua pameran sebelumnya, pertama pada 2005 bertajuk “Petisi Bandung”. Semua berangkat dari animo seniman muda Bandung yang redup.

“Bandung dikuasai oleh seniman senior. Bagi yang muda, tak ada tempat dan pasar,” ujar Aminudin. Ini memang geliat perupa muda lulusan FSRD-ITB: usia mereka adalah 25 hingga 38 tahun.

Mereka adalah Adhya Ranadireksa, Albert Yonathan, Andry Mochamad, Ay Tjoe Christine, Budi Adi Nugroho, Cinanti Astria Johansjah, Dikdik Sayahdikumullah, Deden Durrahman, Dendy Darman, Duto Hardono, Faisal Habibie, Gusbarlian, dan J. Ariadhitya Pramuhendra.

Lalu ada Mujahidin Nurrahman, Nurdian Ichsan, Prilla Tania, Radi Arwinda, R.E. Hartanto, Roumy H. Pesona, Yuki Agriardi, Syagini Ratnawulan, Tinton Satrio, Tisa Granicia, Tromarama, Wiyoga Muhardanto, dan Yusuf Ismail.

Mereka diseleksi dari berbagai genre seni rupa, dan dianggap telah banyak memberi dinamika dalam praktek seni kontemporer Bandung. “Kami percaya mereka akan menjadi pelopor pemekaran berbagai genre,” kata Aminudin.

Bandung dikenal dengan suhu dan nuansa kreatifnya. Lihat saja karya mereka. Di lobi Galeri Nasional, pengunjung disambut dengan seni instalasi. Di sana ada miniatur tumpukan peti kemas berbahan karton bertumpuk layaknya di terminal kontainer. Kata “NEVERGREEN” tercetak di peti-peti kemas.

Masuk ke dalam galeri, bersiaplah merasakan pengalaman seni berbagai idiom. Ada karya lukisan, instalasi, seni video, gambar, cetak, seni obyek, serta keramik. Coba lihat karya Tromarama. Dia membuat video dari deretan potret. Videonya diproyeksikan dalam sebuah ruangan yang ditata mirip kelas di taman kanak-kanak, lengkap dengan papan absensi, karya murid, bangku-bangku, dan meja. Pengunjung mengantre masuk ke ruangan itu.

Ada pula loop video karya Yusuf Ismail yang berjudul Reg [Spasi]Blablabla. Ini serangkaian “iklan” seni. Dengan kocak, para aktor–yang sesama perupa Bandung–mempromosikan layanan bantuan untuk seniman pemula. Ketik REG spasi blablabla, kirim ke 6060. Hanya Rp 20 ribu saja. Orang-orang menyaksikannya sambil tertawa-tawa.

Karya lukisan Tinton Satrio juga menarik perhatian pengunjung. Tiga lukisan berderet dengan judul Rahwana and the Sin of Luxuria (Rahwana dan boneka Barbie yang “telanjang” di dipan), Rahwana and the Sin of Superbia (Betty Boop berbaring membelakangi dipan, wajahnya memantul di cermin yang dipegang oleh Rahwana), dan Rahwana and the sin of Acedia (Rahwana berendam di bath tub bersama Homer Simpson, sementara kucing Garfield tersenyum malas di pojok).

Pembukaan Bandung Art Now dihadiri oleh banyak perupa Bandung. Pameran itu pun menjadi semacam ruang pertemuan antarmereka. IBNU RUSYDI

(diunduh dari http://www.korantempo.com/korantempo/koran/2009/01/14/Budaya/krn.20090114.153701.id.html)
  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: